Pendukung Manchester United Protes dan Ledakkan Bom Asap
Manchester, Inggris - Para pendukung Manchester United yang marah menyulut bom asap di luar Stadion Old Trafford, Minggu, sebagai protes atas kepemilikan klub oleh orang Amerika dari keluarga Glazer.
Sekitar 300 orang berteriak-teriak membuat gaduh dalam unjuk rasa di dekat toko swalayan milik klub, sebelum berlangsung pertandingan Liga Utama Inggris melawan Stoke City. Mereka meneriakkan kata-kata anti-Glazer dan mengacung-acungkan spanduk.
Glazers mengambil alih United, klub terbesar di Inggris, sekitar lima tahun lalu, namun pendukungnya marah karena besarnya hutang klub itu, yang diperhitungkan sekitar 700 juta pound (1,08 milyar dolar AS).
Banyak pendukung yang mengenakan kostum hijau dan keemasan, milik Newton Heath, klub amatir yang berdiri pada 1878 yang kemudian menjadi Manchester United.
Ratusan pendukung juga memenuhi jalan masuk ke ruang para direktur di Old Trafford, kendati keluarga Glazers tidak hadir menyaksikan kemenangan 4-0 mereka atas Stoke City, sekaligus pertandingan akhir musim ini. United berada di urutan kedua setelah Chelsea.
Polisi Manchester menyatakan tidak ada yang cedera dan tidak ada yang ditahan setelah meledaknya bom asap itu.
Chelsea The Blues Menciptakan Delapan Gol
News Center - Chelsea tampil seperti kesetanan di laga terakhir musim ini melawan Wigan, Minggu, 9 Mei 2010. The Blues pesta delapan gol tanpa balas sekaligus merebut gelar juara Liga Inggris.
Dengan tambahan delapan gol dalam satu musim ini, pasukan Carlo Ancelotti secara total mengoleksi 103 gol. Sebelumnya di Premier League, rekor jumlah gol dipegang Manchester United dengan 97 gol yang terjadi di tahun 2000.
Dari 103 gol yang dicetak pasukan The Blues, 28 persen di antaranya dicetak oleh striker kokoh Didier Drigba. Penyerang asal Pantai Gading itu mencetak 29 gol sekaligus merebut sepatu emas sebagai pemain paling produktif.
Chelsea masih punya tugas yang belum terselesaikan. Mereka berpeluang memenangi Piala FA jika bisa mengalahkan portsmouth di laga final 14 Mei nanti.
Ronaldo di Ambang Rekor Di Stefano
News Center - Satu lagi rekor berpeluang dicetak Cristiano Ronaldo tepat di laga pamungkas Liga Spanyol. Jika bisa menjebol gawang Malaga akhir pekan ini, CR9 bisa menyamai atau melebihi catatan milik Alfredo di Stefano.
Rekor yang punya kans besar untuk dipatahkan Ronaldo adalah rookie terbaik. Saat ini, status tersebut masih dipegang Di Stefano yang berhasil menyumbangkan 27 gol di musim pertamanya bergabung dengan Real Madrid pada musim 1953/1954.
Sementara Ronaldo saat ini sudah mencetak 26 gol di Liga Spanyol saja sejak diboyong dengan sangat mahal dari Manchester United di akhir musim lalu. Dengan kata lain, winger Portugal itu tinggal butuh satu gol saja untuk menyamai atau dua gol atau lebih untuk mematahkan catatan yang sudah bertahan lebih dari 50 tahun itu.
Dengan produktivitas yang tengah tinggi-tingginya belakangan ini, membuat tujuh gol dalam lima pertandingan terakhir, CR9 punya peluang mencatatkan rekor baru. Apalagi Los Merengues akan ngotot mengejar kemenangan demi menjaga kans juara yang masih terbuka.
Buku sejarah Real Madrid mencatat beberapa pemain lain yang tampil gemilang di musim pertama bermukin di Santiago Bernabeu. Di musim 2006/2007 Ruud van Nistelrooy melesakkan 25 gol juga setelah diboyong dari Manchester United. Sementara Ivan Zamorano membuat 26 gol di musim pertama bergabung dengan Si Putih pada musim 1992/93.
Dikutip dari Marca, sejauh ini Ronaldo sudah bermain di 28 laga Liga Spanyol untuk mencapai torehan 26 gol. Sementara saat mengukir rekor sebagai rookie terbaik, Di Stefano juga bermain di 28 laga.
Rataan gol tersebut jauh lebih baik dari Nistelrooy dan Zamorano. Sang striker Belanda butuh 37 laga untuk bisa membuat 25 gol, sementara si penyerang Chile harus menjalani 34 pertandingan untuk bisa melesakkan 26 gol.
Barcelona Menang, Inter ke Final
Inter Milan akhirnya memastikan lolos ke final Liga Champions setelah Barcelona hanya mampu mencetak satu gol pada leg 2 semifinal di Camp Nou, Kamis dini hari WIB, 29 April 2010.
Secara keseluruhan, Inter unggul dengan agregat 3-2 atas Barcelona. Gol semata wayang Barca dilesakkan oleh Gerard Pique pada menit ke-88. Pique sukses mengecoh kipewr Julio César setelah menerima umpan terobosan dari Xavi Hernandez.
Padahal sejak menit ke-29, Inter hanya bermain dengan 10 pemain setelah Thiago Motta mendapatkan kartu merah. Motta terpaksa diusir oleh wasit Franck De Bleeckere setelah dua kali mendapatkan kartu kuning.
Unggul jumlah pemain pada babak kedua ternyata tidak mampu dimanfaatkan oleh El Barca. Inter pada babak kedua juga menerapkan pola bertahan.
Skuat Pep Guardiola sepanjang babak kedua kesulitan menciptakan peluang. Inter yang ingin mengamankan tiket ke final lebih memilih untuk menumpuk pemain di lini belakang dan tengah kecuali Diego Milito yang dipasang di depan.
Tuan rumah hanya mampu merobek gawang Inter lewat tendangan Pique. Bojan Krkic nyaris membuat jantung pendukung Inter berhenti berdetak di injury time setelah mencetak gol ke gawang Inter. Tapi, gol ini dianulir wasit karena Seydou Keita handsball terlebih dahulu.
Hingga pertandingan berakhir, kedudukan tetap bertahan 1-0 untuk Barca. Dengan demikian, Inter berhak melaju ke final dan bertemu dengan Bayern Munich yang sebelumnya berhasil menyingkirkan Lyon.
Susunan Pemain
Barcelona (4-3-3): 1-Víctor Valdés; 15-Seydou Keita, 18-Gabriel Milito (19-Maxwell 45'), 3-Gerard Pique, 2-Daniel Alves; 24-Yaya Toure, 16-Sergi Busquets (35-Jeffren Suares 62'), 6-Xavi Hernandez; 10-Lionel Messi, 9-Zlatan Ibrahimovic (11-Bojan Krkic 62), 17-Pedro Rodríguez.
Inter Milan (4-3-1-2): 12-Julio César; 26-Cristian Chivu, 6-Ferreira Lucio, 25-Walter Samuel, 13-Douglas Maicon; 4-Javier Zanetti, 8-Thiago Motta, 19-Esteban Cambiasso; 10-Wesley Sneijder (11-Sulley Muntari 66'); 22-Diego Milito (2-Ivan Cordoba 80'), 9-Samuel Eto'o (17-McDonald Mariga 85').



